Wulanibni91's Blog

Just another WordPress.com weblog

Manusia dan Harapan Mei 30, 2010

Filed under: IBD — wulanibni91 @ 5:25 am
  1. Pengertian harapan

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup.orang yang akan meninggal sekalipun memiliki harapan. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing-masing.

Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada iri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujus maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib berdoa, karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.

Antara harapan dan cita-cita memiliki kesamaan, yaitu :

  1. Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud.
  2. Pada umumnya dengan cita-cita maiupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
  3. Apa sebabnya manusia memiliki harapan

Menurut kodratnya manusia merupakan makhlik social. Ketika lahir ke dunia langsung disambut dengan pergaulan. Ada dua hal yang mendorong orang bergaul dengan manusia lain, yakni :

  1. Dorongan kodrat

Kodrat ialah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusiasejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia memiliki keinginan atau harapan. Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan, karena binatang dan tumbuh-tumbuhan perlu makan, berkemb ang biak dan mati.

Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bersama dengan manusia lain. Dengan kodrat ini maka manusia memiliki harapan.

  1. Dorongan kebutuhan hidup

Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besarnya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.

Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya, harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah :

  1. Kelangsungan hidup (survival)
  2. Keamanan(safety)
  3. Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
  4. Diakui lingkungan ( status )
  5. Perwujudan cita-cita (self actualization)
  6. Kepercayaan

Keprcayaan berasala dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini kan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.

Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu, disebabkan karena orang lain itu dapat dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi masalahnya, melainkan orang yang meberi tahukan itu dapat dipercaya atau tidak. Dalam hal beragama, tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu. Dasarnya ialah keyakinan masing-masing.

Kebenaran

kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya karena ia mempunyai arti khusus bagi hidupnya. Kebenaran atau benar merupakan kunci kebahagian manusia. Itu lah sebabnya manusia selalu berusaha, mencari, mempertahankan, memperjuangkan kebenaran.

Dalam berbagai jenis kebenaran tersebut yang selalu diusahakan dan dijaga ialah kebenaran dalam bertindak, berbuat, berucap, berupaya, dan berpendapat. Sebab ketidak benaran alam hal-hal itu akan langsung mencemarkan atau menjatuhkan nama baiknya, sehingga orang tidak mempercayainya lagi.

  1. Berbagai kepercayaan dan usaha meningkatkannya

Dapat dipercayakan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :

  1. Kepercayaan pada diri sendiri

Kepercayaan kepada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan YME. Percaya pada diri sendiri menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayaakan kepadanya.

  1. Kepercayaan kepada orang lain

Percaya kepada orang lain itu dapat berupa, percaya kepada sauodara orang tua , guru atau siapa saja. Kepercayaa kepada orang lain itu sudah tentu. Percaya tehadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati atau terhadap kebenarannya.

  1. Kepercayaan kepada pemerintah

Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir.Poedjawiyatna, Negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia / setidaknya Tuhan lah yang memeiliki kedaulatan sejati. Karena semua ciptaan Tuhan

  1. Kepercayaan kepada Tuhan

Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan karena sendirinya tetapi diciptakan oleeh Tuhan. kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhan.

Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung pada pribadi kondisi, siyuasi dan lingkungan. Usaha itu antara lain :

  1. Meningkatkan ketakwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
  2. Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat
  3. Meningkatkan kecintaan kita kepada sesame manusia dengan jalan suka menolong, dermawan dsb
  4. Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
  5. Menekan perasaan negative seperti iri dengki, fitnah dsb.
Iklan
 

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Filed under: IBD — wulanibni91 @ 5:19 am
  1. Pengertian pandangan hidup

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup adalah pendapat / pertimbangan yang dijadikan pertimbangan yang dijadikan pegangan , pedoman, arahan, petunjuk hidup didunia.

Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat dikalsifikasikan berdasarkan asalanya yaitu terdiri dari 3 macam :

  1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
  2. Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara terebut.
  3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya.

Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsure-unsur yaitu cita-cita , kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. Kekempat unsure ini merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan.

  1. Cita – cita

Menurut kamus umum Bahsa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan maupun tujuan merupakan pandanagn masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan dating. Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicita-cita kan nya, hal itu tergantung dari tiga factor. Pertama, manusianya yaitu yang memiliki cita-citanya; kedua kondisi yang dihadapi sselama mencapai apa yang dicita-cita kan; dan yang ketiga, seberapa tingginya cita-cita yang ingin dicapai.

  1. Kebajikan

Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama denagn perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma – norma agama dan etika.

Sebagai makhluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan didalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku. Jadi suara hati dapat merupakan hakim untuk diri sendiri. Sebab itu, nilai suara hati sangat besar dan penting dalam hidup manusia.

Factor – factor yang menentukan tingkah laku manusia ada tiga hal. Pertama factor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan. Pembawaan merupakan hal yang diturunkan atau dipusakai oleh orang tua. Factor kedua yang mempengariuhi tingkah laku manusia adalah linkungan (environtment). Lingkungan yang membentuk seseorang merupakan alam kedua yang terjadinya setelah seorang anak lahir. Factor ketiga adalah pengalaman yang khas yang pernah diperoleh. Baik pengalaman pahit yang sifatnya negative dan pengalaman manis yang bersifat positif.

  1. Usaha / perjuangan

Usaha / perjuangan merupakan kerja keras untuk mewujudakan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan. Perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa perjuangan dan kerja keras manusia tidak dapat hidup sempurna. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya, ia harus bekerja keras.

Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani atau dengan kedua-duanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sebaliknya pemalas membuat manusia itu miskin, melarat dan berarti menjatuhkan harkat dan martabatnya sendiri.

  1. Keyakinan / kepercayaan

Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar paandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan

  1. Aliran naturalism

Hidup manusia itu dihubungkan dengan aliran gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari  natur, dan itu dari Tuhan. Tetapi bagi yang tidak percaya pada Tuhan, natur itulah yang tertinggi. Aliran naturalism berintikan spekulasi, mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada Tuhan. Dan yang benar adalah keyakinan.

  1. Aliran intelektualisme

Dalam alirn ini adalah logika/akal. Manusia mengtamakan akal. Dengan akal manusia berfikir. Mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan akal kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses.

  1. aliran gabungan

dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekutan gaib arting kekuatan ynag berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkal akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Jadi apa yang benar menurut logika berfikir juga dapat diterima aleh hati nurani.

 

Manusia dan Cinta Kasih April 18, 2010

Filed under: IBD — wulanibni91 @ 5:25 am
  • Pengertian cinta kasih

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) saying (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih / sangat tertark hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan saying / cinta kepada / menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hamper bersamaan, sehingga rasa kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (saying) kepadanseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

Walau memiliki banyak kesaan dan saling menguatkan, namun masih terdapat perbedaan. Yaitu cinta lebih memiliki arti yang mendalam rasanya, sedangkan kasih lebih keluarnya. Sehingga dapat disimpulkan  berawal dari cinta  yang mendalam maka rasa kasih akan terwujud.

  • Pengertian kasih sayang

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, pengertian kasih saying adalah perasaan saying, perasaaan cinta atau perasaan suka kepada seorang. Kasih saying merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih saying sadar atau tidak sadar ari masing – masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka sehingga keduanya menjadi satu kesatuan yang utuh.

  • Pengertian kemesraan

Kemesraan berasal dari kata daar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang di mabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Pada dasarnya kemesraan merupakan perwujudan dari kasih saying yang mendalam.

  • Pemujaan

Pemujaan adalah salah satu menifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya. Apa sebab itu terjadi adalah  karena Tuhan menciptakan alam semesta.

Tuhan adalah pencipta, tetapi Tuhan juga penghancur segalanya, bila manusia mengabaikan segala perintahnya. Karena itu ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkan ketakutan itu manusia selalu memuja-Nya.

 

Manusia dan Penderitaan

Filed under: IBD — wulanibni91 @ 5:12 am
  • Pengertian Penderitaan

Penderitaan berasal darihkata derita. Derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan / menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitan itu dapat lahir / batin atau lahir batin.

Penderitan termasuk realitas dunia dan manusia. Itenitas penderitaan bertingkat – tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat tidaknya itensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energy untuk bengkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Baik dalam alquran maupun kitap suci agama lain banyak surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaan yang dialami oleh manusia atau berisi peringatan bagi manusia akan adanya penderitaan. Tetapi umumnya manusia kurang memperhatikan peringatan tersebut, sehingga manusia mengalami penderitaan.

  • Pengertian siksaan

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan / jasmani, dan dapat pula berupa siksaa jiwa/ rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan.

Siksaan yang sifatnya psikis, misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan.

Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tiak dapat menetukan pilihan mana yang akan dipilih. Misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi / tidak, siapakah dari kawannya yang akan dijadikan pacar pertamanya? Akibat dari kebimbangan seseorang berada pada keadaan yang tidak menentu sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu.

Kesepian dialami alah seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri/ jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Kesepian ini tidak boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti yang dialami petapa / biarawan yang tinggalnya ditempat yang sepi.

Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar – besarkan tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Pada umumnya orang memiliki satu / lebih phobia ringan seperti takut pada tikus, ular, serangga dll. Tetapi pada sementara orang ketakutan itu semakin hebatnya sehingga sangat menganggu.

  • Kekalutan mental

Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.

Gejala –gejala permulaan bagi seseorang ynag mengalami kekalutan mental adalah :

  1. Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyerih pada lambung
  2. Nampak pada kejiwaanya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.

Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :

  1. Gangguan jejiwaan Nampak pada gejala – gejala keidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya.
  2. Usaha mempertahankan diri, dengan cara negative, yaitu mundur / lari, sehingga cara bertahan dirinya salah, pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya. Sehingga tidak memnekan perasaanya. Jadi bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan / memecahkan persoalan
  3. Kekalutan merupakan titik patah (mental break down) dan ynag nersangkutan mengalami gangguan.

Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :

  1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani / mental yang kurang sempurna, hal-hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur akan menyudutkan kedudukan dan menghancurkan mentaknya.
  2. Terjadinya konflik social budaya akibat mnorma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada pada masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi.
  3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan social, over acting sebagai overcompensatie.
 

Manusia dan Keindahan

Filed under: IBD — wulanibni91 @ 5:10 am
  • Pengertian Keindahan

Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. menurut cakupannya orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk perbedaan ini dalam bahasa inggris sering dipergunakan istilah beauty (keindahn) dan the beautiful (benda / hal yang indah)/ dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan saja. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian, yakni :

  1. Keindahan dalam arti yang luas
  2. Keindahan dalam arti estetis murni.
  3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.

Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Pliato mialnya menyebut tentang watak yang indah dan hhukum yang indah, seorang aristoteles merumuskan keindahan sebagai suatu yang saelain baik juga menyenangkan. Platinus menulis tentang ilmu yang indah dan kebijakan yang indah. Orang yunanai dulu berbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tapi bangsa yunani juga mengenal pegertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symetria” untuk keindahan nnerdasarkan penglihatan(misalkan pada karya padat dan arsitektur) dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran (music). Jadi pengertian keindahan yang seluasnya – luasnya meliputi :

–          Keindahan seni

–          Keindahan alam

–          Keindahan moral

–          Keindahan intelektual

  • Renungan

Renungan berasal dari kata renung, artinya diam-diam memikirkan sesuatu / memikitkan sesuattu dengan dalam-dlam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah :

1. Teori pengungkapan

Dalai dari teori ini adalah bahwa “ art is an expression og human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Teori ini terutama pertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.

2. Teori metafisik

Teori yang bercorak metafisis merupakansalah satu teori yang tertua, yakni berasal dari plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni plato mengemukakan suatu teori peniruan ( imitation teory).

2. Teori psikologis

Sebagian ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori dari sudut hubugan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode – metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah penemuan keinginan-keinginan bawah sadar dari seorang seniman.

  • Keserasian

Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata rasi, artinya cocok, kena benar dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsure perpaduan, pertentngan, ukuran dan seimbang.

Dalam pengertian perpaduan misalnya, orang berpakaian harus dipadukan warnanya bagian atas dengan bagian bawah. Pertentangan menghasilkan kserasian. Misalnya dalam dunia music, pada hakekatnya irama yang mengalun itu merupakan pertentangan suara tinggi-rendah, panjang-pendek, dan keras lembut.

Karena itu dalam keindahan ini, sebagian ahli piker menjelaskan, bahwa keindahan pada dasarnya adlah sejumlah kualitas / pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal.

 

Manusia dan Keadilan

Filed under: IBD — wulanibni91 @ 5:06 am
  • Pengertian keadilan

Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang /  benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukurang yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama kalau tidak sama, , maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terhadap proporsi tersebut berati ke tidak adilan.

Ke adilan oleh Plato di proyeksikan pada diri manusia sehingga yang di kata kan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaan nya di kendalikan oleh akal

Lain lagi pendapat Socrates yang memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan tercipta bila mana warga Negara sudah sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugas nya dengan baik. Mengapa di proyeksikan pada pemerintah sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat.

  • Kejujuran

Kejujuran atau jujur artinya apa yang di katakan sesorang sesuai dengan hati naruni nya apa yang di katakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar – benar  ada. Jujur juga berarti sesorang bersih hatinya dari perbuatan – perbuatan yang di larang oleh agama dan hukum. Untuk itu di tuntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang di katakana harus sama dengan perbuatannya. Karna itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata – kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nurani nya berupa kehendak, harapan dan niat. Sesorang yang tidak menepati niatnya berarti mendustai diri sendiri. Apa bila niat telah terlahir dalam kata – kata, padahal tidak di tepati, maka ke bohongannya di saksikan oleh orang lain. Sikap jujur perlu di pelajari oleh setiap orang, sebab ke jujuran mewudjud kan ke adilan, sedang ke adilan menuntut kemuliaan abadi, jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, serta menyucikan lagi pula membuat luhurnya budi perkerti. Sesorang mustahil dapat memeluk agama dengan sempurna, apa bila lidah nya tidak suci. Teguh lah dalam ke benaran, sekali pun ke jujuran dapat merugikan mu serta jangan pula berdusta, walaupun dusta mu dapat menguntungkan mu.

  • Pemulihan nama baik

Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati – hati agar namanya tetap baik. Lebih – lebih jika ia menjadi teladan bagi orang atau tetangga di sekitarnya adalah suatu ke banggaan batin yang tak ternilai harganya.

Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh di katakana nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang di maksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, di siplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan – perbuatan yang halal kan agama dll.

Tingakah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakikatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :

  1. Manusia menurud sifat dasarnya adalah makhluk moral
  2. Ada aturan – aturan yang berdiri sendiri yang harus di patuhi manusia untuk mewujud kan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.
  • Pembalasan

Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain, reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan makhluk social. Dalam bergaul, manusia harus mematuhi norma – norma untuk mewujud kan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkungan lah yang menyebabkan nya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban  manusia lain.

Oleh karna tiap manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya di langgar atau di perkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.