Wulanibni91's Blog

Just another WordPress.com weblog

Manusia dan Harapan Mei 30, 2010

Filed under: IBD — wulanibni91 @ 5:25 am
  1. Pengertian harapan

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup.orang yang akan meninggal sekalipun memiliki harapan. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing-masing.

Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada iri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujus maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib berdoa, karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.

Antara harapan dan cita-cita memiliki kesamaan, yaitu :

  1. Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud.
  2. Pada umumnya dengan cita-cita maiupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
  3. Apa sebabnya manusia memiliki harapan

Menurut kodratnya manusia merupakan makhlik social. Ketika lahir ke dunia langsung disambut dengan pergaulan. Ada dua hal yang mendorong orang bergaul dengan manusia lain, yakni :

  1. Dorongan kodrat

Kodrat ialah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusiasejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia memiliki keinginan atau harapan. Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan, karena binatang dan tumbuh-tumbuhan perlu makan, berkemb ang biak dan mati.

Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bersama dengan manusia lain. Dengan kodrat ini maka manusia memiliki harapan.

  1. Dorongan kebutuhan hidup

Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besarnya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.

Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya, harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah :

  1. Kelangsungan hidup (survival)
  2. Keamanan(safety)
  3. Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
  4. Diakui lingkungan ( status )
  5. Perwujudan cita-cita (self actualization)
  6. Kepercayaan

Keprcayaan berasala dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini kan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.

Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu, disebabkan karena orang lain itu dapat dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi masalahnya, melainkan orang yang meberi tahukan itu dapat dipercaya atau tidak. Dalam hal beragama, tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu. Dasarnya ialah keyakinan masing-masing.

Kebenaran

kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya karena ia mempunyai arti khusus bagi hidupnya. Kebenaran atau benar merupakan kunci kebahagian manusia. Itu lah sebabnya manusia selalu berusaha, mencari, mempertahankan, memperjuangkan kebenaran.

Dalam berbagai jenis kebenaran tersebut yang selalu diusahakan dan dijaga ialah kebenaran dalam bertindak, berbuat, berucap, berupaya, dan berpendapat. Sebab ketidak benaran alam hal-hal itu akan langsung mencemarkan atau menjatuhkan nama baiknya, sehingga orang tidak mempercayainya lagi.

  1. Berbagai kepercayaan dan usaha meningkatkannya

Dapat dipercayakan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :

  1. Kepercayaan pada diri sendiri

Kepercayaan kepada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan YME. Percaya pada diri sendiri menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayaakan kepadanya.

  1. Kepercayaan kepada orang lain

Percaya kepada orang lain itu dapat berupa, percaya kepada sauodara orang tua , guru atau siapa saja. Kepercayaa kepada orang lain itu sudah tentu. Percaya tehadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati atau terhadap kebenarannya.

  1. Kepercayaan kepada pemerintah

Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir.Poedjawiyatna, Negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia / setidaknya Tuhan lah yang memeiliki kedaulatan sejati. Karena semua ciptaan Tuhan

  1. Kepercayaan kepada Tuhan

Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan karena sendirinya tetapi diciptakan oleeh Tuhan. kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhan.

Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung pada pribadi kondisi, siyuasi dan lingkungan. Usaha itu antara lain :

  1. Meningkatkan ketakwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
  2. Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat
  3. Meningkatkan kecintaan kita kepada sesame manusia dengan jalan suka menolong, dermawan dsb
  4. Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
  5. Menekan perasaan negative seperti iri dengki, fitnah dsb.
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s